Di sebalik pagar kayu ini, ada sebuah harapan. Harapan yang setiap hari disirami dengan kata semangat, pengalaman hidup, cerita cerita indah. Namun harapan hanya lah akan tinggal sebagai harapan jika kita tidak bekerja kearahnya, seperti bunga yang kembangnya hanya sekejap.
Aku punya harapan. Aku punya nawaitu. Aku punya hasrat. Kau harapanku, nawaituku, hasratku.
Bunga... walaupun kembangnya hanya sekejap, namun kehadirannya penuh bermakna... lantaran harumnya yang menyegarkan juga indahnya yang menceriakan.
The measure of pleasure should never be relied on the quantity, rather falls on the quality. Make it count, regardless what.